Desa Undaan Lor Wakili Kecamatan Undaan dalam Karnaval Budaya Hari Jadi Ke-477 Kota Kudus dengan Teatrikal
Kudus – Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tampil membawa nama Kecamatan Undaan dalam ajang Karnaval Budaya Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Kudus yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Simpang 7 Kudus pada Sabtu malam Ahad, 12 September 2026.
Dengan mengusung judul teatrikal “Tradisi Apeman Bekti Leluhur”, rombongan Desa Undaan Lor menghadirkan pertunjukan budaya yang mengangkat nilai-nilai tradisi masyarakat, khususnya makna rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta semangat menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kontingen Desa Undaan Lor melibatkan 38 penari dari berbagai lintas generasi, mulai dari pemuda-pemudi, pelajar, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Perpaduan generasi tersebut menjadi gambaran bahwa budaya lokal bukan hanya milik generasi terdahulu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dilestarikan.
Selain para penari, rombongan juga didampingi oleh aparatur Pemerintah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus yang turut memberikan dukungan selama pelaksanaan karnaval.
Desa Undaan Lor mendapatkan nomor urut 20 dari total 22 peserta se-Kabupaten Kudus. Meskipun tampil di urutan akhir, semangat para peserta tidak surut. Sepanjang jalur karnaval, rombongan Undaan Lor terus memperagakan gerakan teatrikal hingga menuju panggung kehormatan.
Sesampainya di depan panggung kehormatan, para penari menampilkan puncak pertunjukan teatrikal “Tradisi Apeman Bekti Leluhur” dengan durasi sekitar 3 menit. Penampilan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang memenuhi kawasan Simpang 7 Kudus.
Setelah penampilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian persembahan kepada Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus sebagai bentuk penghormatan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan dua gunungan kepada masyarakat yang langsung disambut antusias oleh warga yang hadir.
Masyarakat tampak bersemangat mengikuti prosesi tersebut. Gunungan yang menjadi simbol keberkahan dan rasa syukur tersebut kemudian diperebutkan oleh warga sebagai bagian dari tradisi budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.
Apresiasi Pemerintah Desa dan Tim Produksi
Kepala Desa Undaan Lor, Nurul Qomar, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya tingkat Kabupaten Kudus tersebut.
“Keikutsertaan Desa Undaan Lor dalam Karnaval Budaya Hari Jadi Ke-477 Kota Kudus ini merupakan bentuk kebanggaan kita bersama. Kami ingin menunjukkan bahwa Desa Undaan Lor memiliki budaya dan masyarakat yang kompak dalam menjaga serta melestarikan tradisi leluhur. Terima kasih kepada seluruh warga, para penari, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Nurul Qomar.
Sementara itu, Budi Utomo atau yang akrab disapa Om Tomi selaku Pimpinan Produksi menjelaskan bahwa proses persiapan pertunjukan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat agar konsep teatrikal dapat tersampaikan dengan baik.
“Konsep ‘Tradisi Apeman Bekti Leluhur’ kami susun bukan hanya sebagai pertunjukan tari, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan budaya. Kami melibatkan berbagai kalangan agar semua generasi bisa ikut merasakan dan menjaga tradisi yang ada,” jelas Budi Utomo alias Om Tomi.
Hal senada disampaikan oleh Hari Puryoto selaku Penanggung Jawab kegiatan. Ia mengapresiasi kekompakan seluruh peserta yang telah berlatih dan mempersiapkan penampilan hingga hari pelaksanaan.
“Keberhasilan penampilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah desa, tim kreatif, para penari, hingga masyarakat yang memberikan dukungan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Undaan Lor kepada masyarakat luas,” ungkap Hari Puryoto.
Melalui penampilan teatrikal “Tradisi Apeman Bekti Leluhur”, Desa Undaan Lor berhasil menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Keikutsertaan dalam Karnaval Budaya Hari Jadi Ke-477 Kota Kudus menjadi bukti bahwa tradisi daerah tetap hidup dan terus berkembang bersama generasi penerus.